Nocturno

Nocturno

Armand Norval

Aku menjalani malam,

jurang menganga di putaran jarum jam. Gamang.

 

Senyummu punah ditelan abad demi abad kenangan, aku tetap remaja dengan cinta yang menggelora.

Setiap senti rindu, di sana pula sepi berusaha membunuhnya, dengan pisau yang diasah tadi pagi di keramaian pasar.

 

Dari dulu aku selalu percaya,

malam tak pernah lama, tapi juga tak pernah tergesa-gesa, mengumpulkan segala doa, begitu juga cinta,

lalu menyerahkannya bulat-bulat kepada pagi: kepada matahari.

 

 

Kenyataan memang milik orang-orang yang selalu mengenang di malam hari, tapi cinta tetap harus dinyatakan apa adanya,

setelah malam pamit diri, senyata-nyatanya.

 

 

Kekasih, besok pagi bukalah jendelamu,

aku sudah menjelma tetes-tetes embun di halaman rumahmu. Cukup seulas senyum, mawarlah hari-hariku.

 

#tengah malam

 

 

04.06.16

Armand Norval

 

Image Credits: , Public Domain

logo-200x150

Kontak

Jl. Raya Bandung - Sumedang KM 21 Jatinangor, Sumedang

admin@ikasadaya.id

Copyleft 2017 © IKA Sadaya UNPAD